Sabtu, 16 April 2011

Halitosis "Bau Mulut"



Defenisi
Halitosis adalah istilah yang digunakan untuk bau mulut ketika si penderita menghembuskan nafasnya tapi beda ya sama bau jengkol :D
Etiologi

Kebersihan mulut yang buruk, sehingga jumlah bakteri sangat banyak dalam mulut dan di permukaan
lidah. Tanpa pembersihan mulut yang baik, sisa makanan akan tertinggal dalam mulut dan menjadi
lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak yang akan menyebabkan bau pada mulut.
Selain itu, sisa makanan yang menempel pada gigi, gusi, dan lidah akan menyebabkan gingivitis
(radang gusi) dan gigi berlubang, sehingga akan meningkatkan bau mulut dan rasa yang tidak enak di
dalam mulut.
Gambar : Buruknya kebersihan mulut dapat menyebabkan halitosis
1. Pembersihan gigi tiruan yang kurang baik .
Gigi tiruan yang tidak dibersihkan dengan baik menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri pada permukaan gigi tiruan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
2.Penyakit gusi atau jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi).
3. Penyakit sistemik. Bau mulut dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu,misalnya infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau kelainan pada hati.
4. Xerostomia (mulut kering).
5. Pemakaian beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut menjadi kering, terutama
obat-obatan untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Xerostomia juga dapat disebabkanoleh kelainan pada kelenjar ludah sehingga produksi ludah menurun. Selain itu, kebiasaan bernapas lewat mulut juga dapat menyebabkan mulut cenderung menjadi lebih kering.
6. Merokok.

"jadi intinya Oral hygiene harus baik & menjaga kondisi tubuh agar tetap baik"

Penanggulanya..

1. Menjaga OH yang Baik dengan cara :
  • Sikat Gigi Teratur Minimal 2x Sehari
  • Pastikan tidak ada Plak yang tertinggal
  • Bersihkan Permukaan lidah
  • Apabila memiliki gigi bolong tambal donkkk ^^
  • Buat yang kelebihan rezeki bisa pakai obat kumur
2. Mengatur Pola Makan "Diet Control"
3. Berhenti MEROKOK!!!
4. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.
5. Pada kasus-kasus xerostomia tertentu, dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan.
Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
6. Scaling (pembersihan karang gigi)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar